Modus operandi penipu ini biasanya terdiri dari tahapan berikut: Peniruan identitas Mengirim pesan WhatsApp seolah‑olah berasal dari seller Tokopedia atau ekspedisi (JNE, TIKI, GoBiz). Menampilkan data lengkap pembeli (nama, alamat, nomor WA) yang biasanya diambil dari database penjual atau sistem ekspedisi. Penciptaan skenario “masalah” Mengklaim paket “terganti”, “hilang/tertahan”, atau “terlambat” sehingga harus dilakukan refund atau pengembalian dana. Menyertakan nomor “owner” atau “resi” palsu dan meminta invoice atau bukti pembayaran. Pengambilan data sensitif Meminta screenshot, nomor rekening bank, atau data driver/kurir. Kadang menuntut “driver data” untuk “pengantar manual” atau “driver info” agar tidak memberikan data. Penggunaan template Pesan bersifat generik dan sering dipakai kembali (contoh: “minta data driver”, “refund request”). Meniru gaya bahasa resmi sehingga terasa kredibel. Eksploitasi internal atau kebocoran Beberapa p...
Artikel Opini tekhnologi dan kehidupan sehari-hari