Langsung ke konten utama

Modus Operandi Penipu Marketplace Online

Modus operandi penipu ini biasanya terdiri dari tahapan berikut:
  • Peniruan identitas

    • Mengirim pesan WhatsApp seolah‑olah berasal dari seller Tokopedia atau ekspedisi (JNE, TIKI, GoBiz).
    • Menampilkan data lengkap pembeli (nama, alamat, nomor WA) yang biasanya diambil dari database penjual atau sistem ekspedisi.
  • Penciptaan skenario “masalah”

    • Mengklaim paket “terganti”, “hilang/tertahan”, atau “terlambat” sehingga harus dilakukan refund atau pengembalian dana.
    • Menyertakan nomor “owner” atau “resi” palsu dan meminta invoice atau bukti pembayaran.
  • Pengambilan data sensitif

    • Meminta screenshot, nomor rekening bank, atau data driver/kurir.
    • Kadang menuntut “driver data” untuk “pengantar manual” atau “driver info” agar tidak memberikan data.
  • Penggunaan template

    • Pesan bersifat generik dan sering dipakai kembali (contoh: “minta data driver”, “refund request”).
    • Meniru gaya bahasa resmi sehingga terasa kredibel.
  • Eksploitasi internal atau kebocoran

    • Beberapa penipu beroperasi dari sorting center ekspedisi atau memiliki akses ke sistem seller, sehingga mengetahui detail pesanan.
    • Ada indikasi kebocoran data Tokopedia yang memfasilitasi penipuan serupa.
  • Target

    • Meskipun sering mengincar barang berharga tinggi (HP, laptop), mereka juga menargetkan barang murah (sandal) karena proses serupa.
    • Penipuan ini juga melibatkan “phishing” akun seller untuk meng-cancel order dan mengarahkan dana ke rekening penipu.

Intinya: Penipu memanfaatkan data yang sudah tersedia di sistem penjual/ekspedisi, meniru komunikasi resmi, dan memanfaatkan ketakutan pembeli atas “kerusakan” atau “keterlambatan” paket untuk mengekstrak data pribadi atau uang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Android Modular

Keuntungan modularisasi Kode bisa dishare ke project lain (helpers, dll) Modul `:core` Modul `:core` biasanya diinclude sebagai dependency oleh modul lain. Modul `:core` berisi dependency yang dibutuhkan oleh modul lain misal: `Retrofit`, `Gson`. Struktur `:core` inti dari app `:features` `:feature-a` fitur A activity A1 activity A2 layout AndroidManifest `:feature-b` fitur B `:helpers` kumpulan helpers yang bisa dishare ke project lain `:models` semua model `:api` data repository / Rest API Referensi  Modul `:core` : https://medium.com/mindorks/writing-a-modular-project-on-android-304f3b09cb37 .     Catatan: artikel ini memiliki struktur dimana model berada di dalam satu modul.

Vue: Mengatasi peringatan: You are using the runtime-only build of Vue where the template compiler is not available

Ini adalah error yang terjadi karena Vue memiliki beberapa versi: Runtime saja (untuk menjalankan Vue.js) dan Runtime+Template compiler (untuk menjalankan vue.js + mengkompilasi file template .vue). Untuk lebih lengkapnya kenapa ini terjadi, lihat  https://vuejs.org/v2/guide/installation.html#Runtime-Compiler-vs-Runtime-only Untuk mengatasinya, tambahkan file "vue.config.js" jika belum ada di root project anda. Masukkan kode berikut: module .exports = { runtimeCompiler: true } Mulai lagi npm run serve setelah kode dimasukkan.

Troubleshooting: PHPStorm Tidak Dapat Terhubung Ke Database (MySQL)

PHPStorm memiliki fitur untuk dapat terhubung dengan berbagai macam tipe database, salah satunya MySQL. Tapi di beberapa versi terbaru, PHPStorm tidak dapat terhubung dengan database dan tidak memberikan pesan error berarti. Biasanya, ini karena sistem berada di zona waktu yang tidak standar, misal menggunakan WIB di wilayah indonesia. Untuk itu, kita perlu mengubah sebuah pengaturan sebelum terhubung. Pada dialog Data Sources and Drivers, setelah mengisi kolom host, username, password, dan nama database, masuk ke tab advance, dan cari pengaturan "timezone", isi nilainya dengan "Asia/Jakarta" atau "Asia/Makassar" atau "Asia/Jayapura" sesuai dengan lokasi anda berada saat ini.