Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tech

Kontroversi Bambu Lab

 Halo teman-teman kreatif! Jika kamu mengikuti perkembangan dunia 3D printing , pasti sudah tidak asing lagi dengan brand Bambu Lab . Printer mereka memang revolusioner, tapi belakangan ini, suasana di komunitas sedang agak "panas". Ada apa sebenarnya? Kenapa banyak influencer besar seperti Louis Rossmann dan GamersNexus mendadak vokal mengkritik Bambu Lab? Yuk, kita bedah kontroversinya dengan santai supaya kamu tetap up-to-date ! 1. Masalah Utama: "Perang" Lawan OrcaSlicer Fork Awal mula keramaian ini adalah ketika seorang developer bernama Pawel Jarczak membuat modifikasi (fork) dari OrcaSlicer yang disebut OrcaSlicer-BambuLab . Kenapa ini dibuat? Karena sejak awal 2025, Bambu Lab membatasi akses aplikasi pihak ketiga ke layanan cloud mereka melalui sistem bernama Bambu Connect . Dampaknya, pengguna OrcaSlicer kehilangan banyak fitur kontrol langsung ke printer. Pawel berhasil "membuka kembali" pintu itu. Respon Bambu Lab: Alih-alih merangkul, Bamb...

Ketika Konsultan Jadi Tersangka & Bahaya "Api" Proyek Negara

Dunia pendidikan dan hukum Indonesia kembali digemparkan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada periode 2019-2022. Pusat perhatian tertuju pada sosok Ibrahim Arief, mantan konsultan teknologi, yang baru-baru ini menghadapi tuntutan berat dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kasus ini menarik karena melibatkan tokoh-tokoh kunci era Menteri Nadiem Makarim. Lalu, apa pelajaran berharga yang bisa kita petik? Mari kita bedah kasus ini dan memahami mengapa mengambil proyek pemerintah di Indonesia saat ini bisa dianalogikan seperti "bermain api".  Kilas Balik Kasus: Konsultan vs. Negara Ibrahim Arief, yang akrab disapa Ibam, bersama dua pejabat lainnya yaitu Sri Wahyuningsih (eks Dirjen PAUD Dikdasmen) dan Mulyatsyah (eks Direktur SMP), didakwa menyebabkan kerugian negara hingga Rp 2,18 triliun . Dalam sidang tuntutan yang digelar Kamis (16/4/2026), jaksa menuntut Ibam dengan hukuman 15 tahun p...

Kekacauan IGRS

Siapa yang tidak gemas dengan perkembangan industri game di Indonesia? Sayangnya, belakangan ini muncul sebuah kejadian yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Namanya IGRS atau Indonesia Game Rating System yang dikelola oleh pemerintah. Tujuannya memang baik, yaitu memberikan rating usia agar game lebih aman untuk dimainkan oleh anak-anak. Namun, pelaksanaannya justru menimbulkan banyak masalah. Baru saja IGRS mulai diterapkan di platform Steam, sudah terjadi kekacauan. Banyak game mendapatkan rating yang tidak sesuai. Game penuh kekerasan malah diberi label aman untuk anak usia 3 tahun, sementara game keluarga yang ringan justru mendapat rating dewasa. Bahkan beberapa game besar langsung ditolak distribusinya di Indonesia. Akhirnya Steam terpaksa meminta maaf dan sementara waktu menghapus semua label rating dari IGRS karena sistemnya benar-benar kacau. Belum selesai masalah rating, muncul masalah yang lebih serius yaitu kebocoran data. Ada seorang pengguna yang menemukan ce...