Langsung ke konten utama

Menemukan Sudut Pandang Ketuhanan di Balik Tatapan Mata Seekor Kucing Titipan

Pernahkah Anda merasa hidup Anda tiba-tiba "terganggu" oleh sebuah tanggung jawab yang sama sekali tidak Anda rencanakan?

Beberapa waktu lalu, saya berada di posisi itu. Seorang saudara mendadak menitipkan kucing peliharaannya kepada saya. Jujur, awalnya ada rasa terpaksa. Mengurus diri sendiri saja sudah menyita waktu, apalagi harus menambah beban untuk merawat makhluk berbulu yang cerewet dan tidak bisa berbicara ini.

Namun, Islam selalu mengajarkan bahwa tidak ada satu pun daun yang gugur atau takdir yang bertamu tanpa sebuah alasan. Siapa sangka, dari balik jeruji kandang dan tarikan manja di ujung celana, kucing titipan ini justru menjadi "guru spiritual" yang menampar ego saya, membuka mata hati saya untuk lebih mengerti posisi dan keagungan Allah SWT.

1. Keterbatasan Kita vs. Tuhan yang Maha Memberi (Al-Wahhab)

Setiap kali jam makan tiba, kucing ini akan mengeong heboh, menatap saya dengan penuh harap seolah-olah sayalah satu-satunya sumber rezekinya. Di momen itulah saya tersentak.

Kucing ini mungkin mengira saya adalah sosok yang "maha memberi". Padahal kenyataannya? Saya sering kali merasa bersalah karena tidak mampu membelikannya makanan kaleng yang mahal dan premium. Saya hanya memberikan apa yang mampu saya beli secara wajar.

Refleksi ini membawa saya pada konsep Al-Wahhab (Maha Pemberi). Manusia sering kali sombong saat memberi makan sesamanya, atau sebaliknya, sering merasa cemas akan rezeki. Padahal, kita ini bukan siapa-siapa. Kita tidak punya kuasa penuh atas rezeki makhluk lain. Hanya Allah yang Maha Memberi tanpa batas, tanpa kalkulasi, dan selalu memberikan yang terbaik serta paling berkecukupan untuk setiap makhluk-Nya. Manusia hanyalah perantara kecil yang serba terbatas.

2. Kesibukan Kita vs. Tuhan yang Selalu Ada (Al-Qayyum)

Ada hari-hari di mana kucing ini harus menerima kenyataan bahwa kandangnya kotor atau bak pasirnya belum dibersihkan. Mengapa? Karena saya harus bekerja, keluar rumah, dan menyelesaikan urusan duniawi saya. Saya tidak bisa bersamanya 24 jam. Saya tidak selalu ada untuk menyeka kotorannya tepat waktu.

Di sinilah saya menyadari betapa ringkihnya sandaran jika mahluk berharap pada mahluk. Manusia itu lemah, sering abai, dan terikat oleh waktu serta lelah.

Betapa bersyukurnya kita memiliki Allah yang bersifat Al-Qayyum—Yang Maha Berdiri Sendiri dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk, tidak tidur, dan tidak pernah "pergi bekerja" meninggalkan hamba-Nya. Dia selalu ada, siap mendengar rintihan dan membersihkan noda dosa kita kapan pun kita bersujud, tanpa ada jeda waktu karena kesibukan.

3. Keindahan Tauhid: Mengapa Tuhan Harus Esa

Hal paling menarik terjadi setelah beberapa minggu. Karena saya merawatnya dengan sepenuh hati—bahkan mungkin lebih telaten dan baik daripada pemilik aslinya—kucing ini mulai berubah. Dia menjadi lebih manja kepada saya, selalu mengekor, dan lebih suka berharap serta meminta makan kepada saya ketimbang pemilik aslinya.

Melihat fenomena ini, logika saya mendadak ditarik pada konsep dasar Islam yang paling agung: Tauhid.

Bayangkan sebuah skenario kosmis jika Tuhan itu tidak Esa. Jika konsep ketuhanan itu terbagi-bagi, rumit, dan bercabang. Katakanlah ada satu tuhan yang tugasnya hanya "menciptakan", dan ada tuhan lain (seperti saya dalam analogi ini) yang bertugas "merawat dan menjaga".

Jika makhluk tersebut—karena sehari-hari ditopang hidupnya oleh sang "perawat"—menjadi lebih cinta, lebih tunduk, dan selalu memohon kepada sang perawat, bagaimana perasaan sang tuhan "pencipta"? Bukankah akan terjadi kekacauan, kecemburuan, dan kerumitan kosmis yang luar biasa jika sang pencipta tidak terima hak penyembahannya direbut oleh sang perawat?

"Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa..." (QS. Al-Anbiya: 22)

Melalui kucing ini, saya paham betul mengapa Allah menuntut hak mutlak untuk disembah sendirian. Karena Dialah yang menciptakan, Dialah yang memberi rezeki, Dialah yang merawat, dan Dialah yang selalu ada. Tidak ada pembagian tugas yang membingungkan. Skema Tauhid membuat hidup kita sebagai makhluk menjadi sangat sederhana dan tenang: Kita hanya perlu berharap, meminta, dan menyembah kepada Satu Pintu.

Penutup: Sebuah Titipan yang Mengubah Hati

Kucing saudara yang awalnya saya anggap sebagai "titipan yang merepotkan" kini telah berubah menjadi sebuah cermin spiritual. Setiap kali dia mengeong meminta makan, saya diingatkan tentang betapa fakirnya saya di hadapan Allah.

Ternyata, saya tidak sedang dititipi kucing. Saya sedang dititipi hidayah oleh Allah agar bisa memandang-Nya dengan rasa syukur dan ketundukan yang lebih dalam. Dialah Allah, yang Maha Memberi, yang Selalu Ada, dan yang Maha Esa. Segala puji bagi-Mu, Yaa Rabb, yang mengenalkan diri-Mu bahkan lewat seekor kucing titipan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Android Modular

Keuntungan modularisasi Kode bisa dishare ke project lain (helpers, dll) Modul `:core` Modul `:core` biasanya diinclude sebagai dependency oleh modul lain. Modul `:core` berisi dependency yang dibutuhkan oleh modul lain misal: `Retrofit`, `Gson`. Struktur `:core` inti dari app `:features` `:feature-a` fitur A activity A1 activity A2 layout AndroidManifest `:feature-b` fitur B `:helpers` kumpulan helpers yang bisa dishare ke project lain `:models` semua model `:api` data repository / Rest API Referensi  Modul `:core` : https://medium.com/mindorks/writing-a-modular-project-on-android-304f3b09cb37 .     Catatan: artikel ini memiliki struktur dimana model berada di dalam satu modul.

Vue: Mengatasi peringatan: You are using the runtime-only build of Vue where the template compiler is not available

Ini adalah error yang terjadi karena Vue memiliki beberapa versi: Runtime saja (untuk menjalankan Vue.js) dan Runtime+Template compiler (untuk menjalankan vue.js + mengkompilasi file template .vue). Untuk lebih lengkapnya kenapa ini terjadi, lihat  https://vuejs.org/v2/guide/installation.html#Runtime-Compiler-vs-Runtime-only Untuk mengatasinya, tambahkan file "vue.config.js" jika belum ada di root project anda. Masukkan kode berikut: module .exports = { runtimeCompiler: true } Mulai lagi npm run serve setelah kode dimasukkan.

Troubleshooting: PHPStorm Tidak Dapat Terhubung Ke Database (MySQL)

PHPStorm memiliki fitur untuk dapat terhubung dengan berbagai macam tipe database, salah satunya MySQL. Tapi di beberapa versi terbaru, PHPStorm tidak dapat terhubung dengan database dan tidak memberikan pesan error berarti. Biasanya, ini karena sistem berada di zona waktu yang tidak standar, misal menggunakan WIB di wilayah indonesia. Untuk itu, kita perlu mengubah sebuah pengaturan sebelum terhubung. Pada dialog Data Sources and Drivers, setelah mengisi kolom host, username, password, dan nama database, masuk ke tab advance, dan cari pengaturan "timezone", isi nilainya dengan "Asia/Jakarta" atau "Asia/Makassar" atau "Asia/Jayapura" sesuai dengan lokasi anda berada saat ini.