Ini adalah beberapa best practice dalam mengerjakan project Laravel atau programming pada umumnya.
Nama konfigurasi haruslah positif dan bernilai negatif.
Sebuah konfigurasi atau setting atau option haruslah memiliki nama positif dan memiliki nilai negatif. Maksudnya apa? Karena konfigurasi, setting, atau option hanyalah opsional. Harus bisa dipilih oleh user jika dia mau.Contohnya "enable_tax" = false. Disini kita bisa lihat enable_tax adalah nama yang positif, enable berarti mengaktifkan dari yang tidak aktif menjadi aktif. Dalam valuenya memiliki nilai false seperti yang sudah dibilang diatas, option bersifat opsional dan seharusnya memiliki nilai negatif. Maknanya fitur "Enable Tax" akan bernilai true jika user benar-benar menginginkannya menjadi true.
Default Value pada Model
Dalam model dalam laravel, pastikan setiap kolom, attribut, dan variable lain memiliki default value. Jangan ada null diantara kita. Belajar dari Kotlin, Dart, dan Java. Null dapat menyebabkan kasus bug sejuta dollar.
Pastikan Return Dipanggil Dalam If - Else
Jika anda terlalu banyak menggunakan if else, else if, dst pada sebuah fungsi yang memiliki return. Pastikan return dipanggil. Beberapa bahasa pemrograman ada yang otomatis menjadikan value yang di return menjadi null jika tidak dipanggil. Tapi ada juga yang tidak dan dapat menyebabkan error.
Perubahan Data Tabel Model, Update Juga Factory dan Seedernya
Biasakan selalu mengupdate factory dan seeder setelah melakukan migrasi pada tabel model. Jadinya saat testing tidak terjadi error.
Komentar
Posting Komentar