Langsung ke konten utama

Memulai Android Studio (Tips dan Trik)

Sekian lama menjadi web developer, belakangan ini saya masuk ke dunia mobile development, khususnya Android. Untuk membuat aplikasi android, Google sendiri merekomendasikan Android Studio, sebuah IDE yang mereka kembangkan dari Intellij IDEA (versi komunitas). Bagi pengguna IDE ini untuk pertama kali atau pertama kali masuk ke dalam dunia Android development, berikut ini beberapa tips menggunakan Android Studio.

Ganti Theme (Tema)

Setelah terbiasa di dunia kegelapan (tema gelap ala monokai, dll) di Sublime Text dan Atom, beberapa developer tertarik merubah warna tema Android Studio menjadi warna gelap. Anda dapat merubahnya dengan masuk ke pengaturan.

atau


lalu klik Appearance pada bagian APPEARANCE & BEHAVIOUR, pilih tema Darcula.


Shortcut: Ctrl+~ , pilih look and feel, lalu pilih tema yang diinginkan.


Tampilkan Line Number (Nomor Baris)

Android Studio didistribusikan tidak dengan menampilkan nomor barisan kode secara default.  

Jika anda menghadapi error atau exception, anda akan kesulitan mencari mana baris kode yang salah atau sumber error. Anda bisa menampilkan line number dengan klik kanan pada ruas sebelah kiri dari text editor di IDE. Lalu pilih "Show Line Numbers".


Tapi solusi tersebut hanya bersifat sementara, setelah file atau IDE ditutup, line number akan hilang lagi. Nah, untuk mengaktifkan tampilan nomor baris selamanya, masuk ke pengaturan, pada bagian Editor > General > Appearance, centang "Show Line numbers".

Keyboard Shortcut

Sebagai power user yang terbiasa dengan berbagai kombinasi tombol keyboard, ada beberapa shortcut di Android studio yang dapat membantu anda sebagai power user:
  • Shift x2: Mencari dan membuka file dengan cepat
  • Ctrl + Shift + Up|Down : Menggeser kode dalam baris dimana kursor saat ini berada ke bawah atau ke atas.

Postingan populer dari blog ini

Android Modular

Keuntungan modularisasi Kode bisa dishare ke project lain (helpers, dll) Modul `:core` Modul `:core` biasanya diinclude sebagai dependency oleh modul lain. Modul `:core` berisi dependency yang dibutuhkan oleh modul lain misal: `Retrofit`, `Gson`. Struktur `:core` inti dari app `:features` `:feature-a` fitur A activity A1 activity A2 layout AndroidManifest `:feature-b` fitur B `:helpers` kumpulan helpers yang bisa dishare ke project lain `:models` semua model `:api` data repository / Rest API Referensi  Modul `:core` : https://medium.com/mindorks/writing-a-modular-project-on-android-304f3b09cb37 .     Catatan: artikel ini memiliki struktur dimana model berada di dalam satu modul.

Vue: Mengatasi peringatan: You are using the runtime-only build of Vue where the template compiler is not available

Ini adalah error yang terjadi karena Vue memiliki beberapa versi: Runtime saja (untuk menjalankan Vue.js) dan Runtime+Template compiler (untuk menjalankan vue.js + mengkompilasi file template .vue). Untuk lebih lengkapnya kenapa ini terjadi, lihat  https://vuejs.org/v2/guide/installation.html#Runtime-Compiler-vs-Runtime-only Untuk mengatasinya, tambahkan file "vue.config.js" jika belum ada di root project anda. Masukkan kode berikut: module .exports = { runtimeCompiler: true } Mulai lagi npm run serve setelah kode dimasukkan.

Troubleshooting: PHPStorm Tidak Dapat Terhubung Ke Database (MySQL)

PHPStorm memiliki fitur untuk dapat terhubung dengan berbagai macam tipe database, salah satunya MySQL. Tapi di beberapa versi terbaru, PHPStorm tidak dapat terhubung dengan database dan tidak memberikan pesan error berarti. Biasanya, ini karena sistem berada di zona waktu yang tidak standar, misal menggunakan WIB di wilayah indonesia. Untuk itu, kita perlu mengubah sebuah pengaturan sebelum terhubung. Pada dialog Data Sources and Drivers, setelah mengisi kolom host, username, password, dan nama database, masuk ke tab advance, dan cari pengaturan "timezone", isi nilainya dengan "Asia/Jakarta" atau "Asia/Makassar" atau "Asia/Jayapura" sesuai dengan lokasi anda berada saat ini.